Religious Authority within the Colonial Structure:The Kiai Penghulu of Banyumas and Local Social Dynamics (1922–1938)
Main Article Content
Abstract
The early twentieth century marked a crucial period in the transformation of the roles of kiai penghulu in Banyumas, particularly within the socio-religious and socio-cultural domains. Their integration into the colonial bureaucratic structure positioned kiai penghulu in a strategic role that enabled them to perform dual functions: as religious officials and as social actors mediating between colonial administrative interests and the religious needs of Muslim communities. In this context, kiai penghulu were not merely executors of normative religious duties but were also actively engaged in local processes of social change. This article examines the roles of kiai penghulu in Banyumas amid the evolving social dynamics shaped by the implementation of the Ethical Policy and the intensification of modernization in the Netherlands Indies. The study employs the historical method, encompassing heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings demonstrate that kiai penghulu in Banyumas played an active role in early twentieth-century social life through their involvement in religious organizations such as Muhammadiyah during the 1920s, participation in the establishment of grassroots financial institutions that later developed into Bank Rakyat Indonesia, and contributions to the dissemination of knowledge through writings published in Majalah Damai. This article contributes to the study of colonial Islamic socio-cultural history by highlighting local perspectives that position kiai penghulu as active agents of social change and by offering a fresh understanding of religious officials as mediators between the colonial state and Muslim society.
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Adam, Y. F., & Tamam, M. (2025). Muhammadiyah’s Da’wa in Print Media in the Early 20th Century: A Case of Bintang Islam Magazine, 1924-1927. Buletin Al-Turas, 31(1), 139–154. https://doi.org/10.15408/bat.v31i1.39474
Alatas, I. F. (2024). What is Religious Authority? Menyemai Sunnah, Merangkai Jamaah. Penerbit Bentang dan Mizan Wacana.
Alfian, A. (2010). Politik Kaum Modernis: Perlawanan Muhammadiyah Terhadap Kolonialisme Belanda. Al-Wasath Publishing House (Al-Wasat).
Anam, C. (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlatul Ulama (cet. III). Duta Aksara Mulia.
ANRI. (1981). Laporan-Laporan Tentang Gerakan Protes di Jawa Pada Abad XX. Arsip Nasional Republik Indonesia.
Bahagian Soeal-Djawab: P4. (1938, February). Damai, (2), 46.
Bahagian Soeal-Djawab: Pertanjaan 18. (1939, January). Damai, (2), 318.
Banjoemas 1872. (1872). ANRI.
Berita Opisil PPDP Dari Badan Secretariaat P.B. Harian. (1938a). Damai, (10), 246.
Berita Opisil PPDP Dari Badan Secretariaat P.B. Harian. (1938b, April). Damai, (4), 91.
Berita Opisil PPDP Dari Badan Secretariaat P.B. Harian. (1938c, June). Damai, (6), 141.
Brotodiredjo, R. M. S., & Darmosuwondo, R. N. (n.d.). Inti Silsilah dan Sedjarah Banyumas.
Burhanudin, D., & et.al. (2022). Islamisasi Jawa Tengah Bagian Barat-Selatan. Litbangdiklat Press Bekerjasama dengan Peneliti Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifudin Zuhri Purwokerto dan Peneliti Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban PRKKP Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRKKP BRIN).
Burhanudin, J. (1970). The Fragmentation of Religious Authority: Islamic Print Media in Early 20th Century Indonesia. Studia Islamika, 11(1). https://doi.org/10.15408/sdi.v11i1.652
Hikmah, C. N. (2020). Bank Pemerintah Pertama Republik Indonesia Pelengkap Kemerdekaan: Nasionalisasi Bank Rakyat Indonesia di Purwokerto (1946-1950). PERIODE: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 2(1), 27–50. https://doi.org/10.21009/periode.021.3
De Expres. (1914, April 21). De Expres.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan. LP3S.
Feener, R. M. (2014). Muslim Religious Authority in Modern Asia: Established Patterns and Evolving Profile. 42(5), 501–516.
Gusmian, I. (2018). K.H. Raden Muhammad Adnan (1889-1969 M): Ulama dan Pejuang di Bidang Pendidikan, Politik, dan Agama dari Kauman Surakarta. Jurnal Lektur Keagamaan, 15(1), 207. https://doi.org/10.31291/jlk.v15i1.521
Hisyam, M. (2001). Caught between Three Fires: The Javanese Pangulu under the Dutch. INIS.
Hoofdbestuur P.P.D.P. (1938, January). Muqaddimatoen. Goena Menjamboet Terbitnja Madjallah “DAMAI.” Damai.
Houben, V. J. H. (2017). Keraton dan Kompeni: Surakarta dan Yogyakarta 1830-1870. MataBangsa.
Ismail, I. Q. (1997). Kiai Penghulu Jawa, Peranannya di Masa Kolonial. Gema Insani Press.
Kartodirdjo, S. (2018). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional dari Kolonialisme sampai Nasionalisme. Penerbit Ombak.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Penerbit Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Wacana.
Kusnadi, Y. A. (2018). Kepala Penghulu: Kiprah dan Pemikiran R.H. Achmad Djoewaeni Tahun 1912-1940. Historia Madania, 2(1).
Misbah, M. (2019). Pergeseran Pemikiran Pendidikan Islam antar Generasi. Stain Press.
Moh. Kasim Poerwodarmodjo. (1938a). Kenang-Kenangan Pergoeroean PPDP. Damai, 12, 276–277.
Moh. Kasim Poerwodarmodjo. (1938b). Penjiaran Agama Islam dalam Lingkoengan Peratoeran Negeri. Damai, 8–9, 201–202.
Moh. Kasim Poerwodarmodjo. (1938c). Penjiaran Agama Islam dalam Lingkoengan Peratoeran Negeri. Damai, 10, 235–237.
Moh. Kasim Poerwodarmodjo. (1939). Kenang-Kenangan Pergoeroean PPDP. Damai, (2), 315–316.
Murid Sirad alias Bala Santama. (1920, February 20). Perasaan.
Muspawi, M. (2018). THE K.H. Hasyim Asy’ari: The Reformer of Islamic Education of East Java. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 147–163. https://doi.org/10.14421/jpi.2018.71.147-1163
Nasrudin, N. (2021). Suluk as Social Piety: Phenomenological Studies at the Naqsabandiyah Khalidiyah Sufi Order In Sokaraja Banyumas. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 19(2). https://doi.org/10.24090/ibda.v19i2.5245
Noer, D. (1996). Gerakan Modern Islam di Indonesia, 1900-1942. LP3ES.
Perhimpoenan Santana. (1920, February 10). Perasaan.
Persiapan-Persiapan Tjabang-Tjabang PPDP Jang Soedah Berdiri dan Telah Tertjatat , Jang Soedah dan Beloem Dapat Diadakan Installatie Pengsahan dengan Officieel. (1938, January). Damai, 19.
Pijper, G. F. (1985). Beberapa Studi Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950. Penerbit Universitas Indonesia.
Priyadi, S. (2019). Local Islamic Religious Leaders in Islamization in Banyumas. Paramita: Historical Studies Journal, 29(1), 77–91. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/paramita.v29i1.18612
Ricklefs, M. C. (2005). Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Serambi Ilmu Semesta.
Ridwan, Humaidi, M. W., Makhasin, L., & Jamaluddin, J. (2024). Jaringan Ulama Penginyongan: Genealogi Intelektual Para Kiai Di Wilayah Penginyongan. Pustaka Ilmu.
Ridwan, R., Humaidi, M. W., Makhasin, L., & Jamaluddin, J. (2026). Sufism and Ulama Networks: Re-examining Islam as Discursive Tradition in South-West Javanese Regions. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat, 26(1), 132–151.
Riwayat Banyumas. (n.d.).
Rohman, F. A. (2019). K.H. Sangidu, Penghulu Penemu Nama Muhammadiyah. Patrawidya, 20(2), 203–216.
Rohmana, A. J. (2025). Terjemah al-Qur’an Kaum Reformis: Ideologi, Literasi dan Kemodernan di Jawa Barat. Unipi Press.
Saefudin, A. (2020). 40 Ulama Banyumas. CV. ZT Corpora.
Setiawan, N. K. (2023). Syekh Ahmad Nahrawi Muhtarom: Manaqib dan Kiprah Intelektual Ulama Jawi di Mekkah. CV. Rizquna.
Shiraishi, T. (1997). Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1921-1926.
Sobirin, M. (2021). Manaqib Simbah K.H. Hasan Djazuli Pliken Banyumas (1875-1938). Pondok Pesantren al-Djazuli Pliken.
Steenbrink, K. A. (1984). Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Bulan Bintang.
Steenbrink, K. A. (2017). Kaum Kolonial Belanda dan Islam Indonesia. Penerbit Gading.
Subuki, M., & et.al. (2024). Gagasan Modernitas dalam Pers Islam di Hindia Belanda Awal Abad XX (1915—1934). GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 289—308. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/ghancaran.v5i2.9781
Sukardi, T. (2008). Gerakan Tareqat Akmaliyah di Banyumas Jawa Tengah Abad XIX. HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah, IX(2), 87–102.
Sukardi, T. (2014). Tanam Paksa di Banyumas: Kajian Mengenai Sistem, Pelaksanaan, dan Dampak Sosial Ekonomi (Cetakan I). Pustaka Pelajar : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Surjomihardjo, A., & et.al. (2002). Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia. Kompas.
Suwarno, & Kosasih, A. D. (2013). Dinamika Sosial Gerakan Muhammadiyah di Banyumas. Pustaka Pelajar.
Tabroni, R. (2024). Pers Islam: Pendekatan Sejarah dan Perannya di Masyarakat. Pustaka Diniyah.
Tjerita Morit Sentana. (1920, March 30). Perasaan.
Zuhri, S. (2001). Guruku Orang-orang dari Pesantren. LKiS.